Identifikasi Kesempurnaan Proses Pasteurisasi Ditinjau dari Total Bakteri serta Kandungan Protein dan Laktosa pada Susu Pasteurisasi Kemasan Produksi Pabrik dan Rumah Tangga di Kota Batu

Dewi Chrisna Wulandari, Nurdiana Nurdiana, Yosfi Rahmi

Abstract


Susu segar merupakan bahan makanan yang bergizi tinggi karena di dalam susu segar mengandung berbagai zat makanan yang lengkap dan seimbang seperti protein, lemak, karbohidrat, mineral, dan vitamin yang sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia. Nilai gizi susu yang tinggi menyebabkan susu menjadi medium yang sangat disukai oleh mikrooganisme. Hal tersebut mendorong pertumbuhan dan perkembangan mikroba, sehingga dalam waktu yang sangat singkat susu menjadi tidak layak dikonsumsi bila tidak ditangani secara tepat dan benar. Salah satu cara pengolahan susu agar tetap bertahan lama dalam waktu tertentu adalah dengan pasteurisasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui  kesempurnaan proses susu pasteurisasi kemasan produksi pabrik dan rumah tangga yang ditinjau dari total mikroba serta kadar protein dan laktosa. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif observasional. Sampel yang digunakan sebanyak 5, dengan pengulangan sebanyak 2 kali. Variabel bebas adalah susu kemasan yang sudah dipasteurisasi, sedangkan variabel terikatnya adalah total mikroba, kadar protein serta kadar laktosa. Analisis data total mikroba, kadar protein serta kadar laktosa menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pasteurisasi pada susu kemasan produksi rumah tangga terbukti belum sempurna dengan total mikroba yang terkandung melebihi ambang batas yang telah ditentukan oleh SNI yaitu 30x104 ± 3,0x105 cfu/mL. Kadar protein yang terkandung dalam susu pasteurisasi kemasan produksi pabrik lebih tinggi dibandingkan dengan produksi rumah tangga yaitu 3,95% serta kadar laktosa yang terkandung dalam susu pasteurisasi kemasan produksi pabrik lebih rendah daripada produksi rumah tangga yaitu 0,5192 g per 100g susu.

 

Kata kunci: Susu pasteurisasi, Kadar protein, Kadar laktosa, Total mikroba

Full Text:

PDF

References


Hewan. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Winarno dan Jenie. 1992. Kerusakan Bahan Pangan dan Cara Pencegahannya. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Eniza S. Dasar Pengolahan Susu dan Ikutan Ternak. (Online). 2004. www.pustaka.litbang.deptan.go.id/agritek/dkij0111.pdf. Diakses 15 Januari 2012.

Purwadi. Pangembangan Produksi Susu Pasteurisasi Melalui Proses Pasteurisasi Sistem Kontinyu di Koperasi SAE PUJON Malang. Laporan Akhir Proyek Riset Unggulan Kemitraan. Kementrian Riset dan Teknologi. 2004. http://peternakan.litbang.deptan.go.id/fullteks/jitv/jitv61-8.pdf. Diakses 1 Januari 2012.

Hadiwiyoto. 1994. Teori dan Prosedur Pengujian Mutu Susu dan Hasil Olahannya. Yogyakarta: Liberty.

Standar Nasional Indonesia. SNI 01 – 3141 – 1998: Syarat Mutu Susu Segar. Badan Standardisasi Nasional. 1998.

Standar Nasional Indonesia. SNI 01 – 3951 – 1995: Syarat Mutu Susu Pasteurisasi. Badan Standardisasi Nasional. 1995.

Martiana. 2006. Kerusakan Susu Pasteurisasi Komersial Pada Penyimpanan Suhu Dingin Ditinjau dari Aspek Mikrobiologi.Skripsi. Malang: Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya. .

Rusmanto. 2005. Kajian Aspek Mikrobiologi dan Nilai Nutrisi Susu Pateurisasi yang Beredar di wilayah Kota Malang. Skripsi. Malang: Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya.

Grahatika R. Identifikasi dan Pemeriksaan Jumlah Total Bakteri pada Susu Sapi di Kabupaten Karanganyar. Skripsi. Malang: Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya. (Online). 2009. http://etd.eprints.ums.ac.id/6073/1/K100050035.pdf. Diakses 26 Oktober 2011.

Buckle KA, Edward RA, Flact GH dan Wooton N. 2007. Ilmu Pangan. Purnomo H dan Adiono (Penerjemah). Jakarta: Universitas Indonesia Press.

Rahmawati I. Jumlah Total Bakteri Dalam Susu Segar di Tiap Tahapan Pasca Panen pada Peternakan Sapi Perah di Wonocolo Surabaya.Skripsi. Surabaya: Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga. 2011.www.fkh.unair.ac.id/artikel1/artikel%20Indra%20rahmawati.pdf. Diakses 1 Juli 2012.

Suwito W. Bakteri yang Sering Mencemari Susu: Deteksi, Patogenesis, Epidemiologi, dan Cara Pengendaliannya. Jurnal Litbang Pertanian. 2010; 29(3):96–100.

Anang M. 1990. Kimia dan Teknologi Pengolahan Air Susu. Yogyakarta: Andi Offset.

Martindah, 2008. The Comparation of Cow and Soybean Milk: The Content and Biochemical Absorption. (Online). 2008. http://peternakan.litbang.deptan.go.id/fullteks/lokakarya/loksp08-38.pdf. Diakses 24 Agustus 2012.

Eirry M, Manab A, Masdiana CP, Tri ES, Umi W, dan Ghozi K. Kajian Kualitas Susu Pasteurisasi yang Diproduksi UD Gading Mas Selama Penyimpanan dalam Refrigerator. (Online). 2010. .http://jitek.ub.ac.id/index.php/ jitek/article/download/160/152.pdf. Diakses 20 Juli 2012.

Gilcreas FW. Value of Phosphatase as an Indicator of Pasteurizaion. (Online). 2000. www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/.../PMC1529307/ pdf. Diakses 13 Januari 2012.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.