https://majalahfk.ub.ac.id/index.php/mkfkub/issue/feed Majalah Kesehatan FKUB 2022-05-24T07:42:08+00:00 dr, Yhusi Karina Riskawati, MSc. yhusi@yahoo.com Open Journal Systems <p>Majalah Kesehatan is a peer- reviewed and open access journal that officially published by Faculty of Medicine, Universitas Brawijaya. The journal publishes scientific article, literature review, also case report related to medical and health science based on basic science and clinical medicine. The journal is published quarterly (March, June, September, and December).</p><p>Majalah Kesehatan has been nationally accredited at SINTA 2 by Directorate General of Strengthening for Research and Development, The Ministry of Research, Technology, and Higher Education Republic of Indonesia (SK No. 158/E/KPT/2021), with accreditation period: volume 6 issue 4, 2019 - volume 11 issue 3, 2024.</p><p><strong>P-ISSN <a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1180425824&amp;1&amp;&amp;" target="_BLANK">1907-8803</a></strong><br /><strong>E-ISSN <a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1452130909&amp;1&amp;&amp;" target="_BLANK">2548-7698</a></strong></p> https://majalahfk.ub.ac.id/index.php/mkfkub/article/view/504 DELIGHT DIABETO: PUDING MANGOSTANA NATA DE ALOE VERA SEBAGAI NEUTRACEUTICAL FOOD UNTUK MEMBANTU MENGONTROL KADAR GULA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELITUS 2022-03-07T03:11:09+00:00 Fifi Alayda Yahya 19910031@student.uin-malang.ac.id Noor Roziq Ghulam Perdana 19910031@student.uin-malang.ac.id <p>Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit epidemik metabolik global karena diderita ratusan penduduk dalam berbagai umur hampir di setiap negara. Patofisiologi DM terjadi akibat adanya ketidakseimbangan transportasi glukosa menuju sel, resistensi insulin, serta terganggunya mekanisme produksi insulin yang ada pada sel beta pankreas. Penggunaan obat antidiabetes oral jangka panjang dapat menimbulkan berbagai efek samping. Oleh karena itu, dibutuhkan produk alternatif yang mampu mengontrol kadar gula darah. Pada penelitian sebelumnya dilaporkan bahwa kulit manggis (<em>Garcinia mangostana</em> L.) dan lidah buaya (<em>Aloe vera</em> L.) memiliki aktivitas antihiperglikemik. Penelitian ini bertujuan memformulasikan puding dari kulit manggis dan lidah buaya sebagai <em>nutraceutical food</em> yang dapat membantu mengontrol kadar gula darah. Pembuatan ekstrak dilakukan dengan metode maserasi dilanjutkan dengan pengujian kandungan masing-masing senyawa melalui uji xanthon, uji acemannan, dan uji fitotosterol<em>.</em> Hasil uji menunjukkan bahwa kulit manggis mengandung xanthon yang memiliki efek terapi antidiabetes dan aloe vera mengandung polisakarida, dan fitotosterol. Dalam proses pembuatan puding digunakan pemanis alami yang aman bagi penderita DM yaitu stevia yang mempunyai efek antihiperglikemik. Dapat disimpulkan bahwa Delight Diabeto sebagai puding <em>nutraceutical food</em> dapat direkomendasikan untuk mengontrol gula darah penderita diabetes karena mengandung xanthon, acemannan, dan fitosterol sebagai antihiperglikemik.</p> <p> </p> 2022-05-24T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Majalah Kesehatan FKUB https://majalahfk.ub.ac.id/index.php/mkfkub/article/view/463 UJI EFEKTIVITAS MINYAK ATSIRI DAUN JERUK PURUT (Citrus hystrix D.C.) SEBAGAI ANTIBAKTERI TERHADAP Staphylococcus epidermidis SECARA IN VITRO 2022-01-13T11:30:33+00:00 Tiara Afia Rosmalawati tiara.afia06@gmail.com Noorhamdani Noorhamdani dr.noorhamdani@gmail.com Arif Widiatmoko arif280478@yahoo.com <p><strong>Abstrak</strong></p> <p><em>Staphylococcus epidermidis</em> merupakan flora normal manusia yang banyak ditemukan di bagian kulit, membran mukosa, saluran pernapasan, serta pencernaan. Bakteri ini dapat menyebabkan infeksi oportunistik yang menyerang individu dengan imunitas rendah atau rentan, seperti penderita <em>Acquired Immune Deficiency Syndrome</em> (AIDS), pengguna narkotika, neonatus dan pasien rawat inap dalam waktu lama di rumah sakit. <em>Staphylococcus epidermidis</em> memiliki kemampuan untuk menempati permukaan tubuh dan alat-alat medis, yang dapat menyebabkan infeksi nosokomial, dengan membentuk biofilm yang sangat resisten. Daun jeruk purut (<em>Citrus hystrix D.C</em>.) merupakan komoditas yang banyak ditemukan di Indonesia, yang memiliki aktivitas antibakteri, serta memiliki nilai yang ekonomis dan mudah didapatkan. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk membuktikan efektivitas dari minyak atsiri daun jeruk purut dalam menghambat dan membunuh pertumbuhan <em>Staphylococcus epidermidis</em> secara <em>in vitro.</em> Penelitian ini menggunakan metode dilusi tabung yang terdiri dari 12 perlakuan konsentrasi minyak atsiri yaitu 0,24%; 0,22%; 0,20%; 0,18%; 0,16%; 0,14%; 0,12%; 0,10%; 0,08%; 0,06%, 0,04%; dan 0% sebagai kontrol negatif. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa minyak atsiri daun jeruk purut pada konsentrasi 0,18% dan 0,20% dapat menghambat dan membunuh pertumbuhan <em>Staphylococcus epidermidis</em> (ANOVA, p = 0,000 &lt; 0,05; uji korelasi Pearson<em> =</em> -0,701). Kesimpulan penelitian ini adalah minyak atsiri daun jeruk purut dapat menghambat pertumbuhan <em>Staphylococcus epidermidis</em> pada Kadar Hambat Minimum (KHM) 0,18% dan membunuh <em>Staphylococcus epidermidis</em> pada Kadar Bunuh Minimum (KBM) 0,20%, secara <em>in vitro.</em></p> <p> </p> 2022-05-24T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Majalah Kesehatan FKUB https://majalahfk.ub.ac.id/index.php/mkfkub/article/view/498 FAKTOR RISIKO DAN MANIFESTASI KLINIS PASIEN SEPSIS NEONATORUM DI RSUD Dr. SOETOMO, SURABAYA TAHUN 2019 2022-01-21T13:37:15+00:00 Kartika Nurrosyida kartika.nurrosyida-2018@fk.unair.ac.id Martono Tri Utomo mrmartono73@gmail.com Risa Etika risa_etika@yahoo.com Lucky Andriyanto Lky.anest@gmail.com Taufiq Hidayat taufiq-h@fk.unair.ac.id <p>Sepsis neonatorum masih menjadi penyebab tingginya insiden kematian dan tingkat keparahan pe-nyakit neonatus. Manifestasi klinis sepsis neonatorum dapat bervariasi dan belum ada satu tes yang sensitif dan spesifik untuk mendiagnosis sepsis neonatorum dalam waktu yang cepat. Oleh karena itu, identifikasi faktor risiko sepsis neonatorum pada pasien menjadi penting untuk dilakukan karena memiliki indeks kecurigaan yang tinggi dan berperan dalam keberhasilan tata laksana pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko mayor pada pasien sepsis neonatorum di NICU RSUD Dr. Soetomo tahun 2019. Penelitian ini bersifat deskriptif observasional dengan metode retrospektif <em>cross-sectional</em> menggunakan data rekam medik pasien sepsis neonatorum di bulan Januari—Desember 2019. Dari 161 pasien yang diteliti, mayoritas sampel adalah pasien <em>early onset sepsis</em> (EOS), neonatus prematur dan laki-laki. Faktor risiko neonatus sepsis neonatorum mayor, baik pada pasien EOS maupun <em>late onset sepsis</em> (LOS), adalah berat badan lahir rendah (BBLR), prematur, skor APGAR yang rendah dan jenis kelamin laki-laki. Adanya kelainan atau penyakit selain sepsis merupakan faktor risiko neonatus sepsis neonatorum mayor yang ditemukan pada pasien LOS. Baik pasien EOS maupun LOS memiliki faktor risiko maternal mayor yang sama, yaitu persalinan melalui <em>sectio caesarea </em>(SC). Hipotonus, sianosis, asfiksia, <em>respiratory distress syndrome</em> (RDS) dan gerak tangis lemah adalah manifestasi klinis terbanyak yang ditemukan pada pasien sepsis neonatorum. Strategi khusus dalam pencegahan dan pengobatan sepsis neonatorum yang menyesuaikan kondisi suatu negara diperlukan untuk mencegah angka kematian neonatus yang tinggi. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan untuk penelitian selanjutnya dengan jumlah sampel yang lebih banyak dan karakteristik yang lebih beragam.</p> <p> </p> 2022-05-24T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Majalah Kesehatan FKUB https://majalahfk.ub.ac.id/index.php/mkfkub/article/view/496 PENGENDALIAN DIABETES MELLITUS MELALUI EDUKASI PEMANTAUAN KESEHATAN MANDIRI DENGAN PANDUAN BUKU SAKU 2022-02-02T09:37:47+00:00 Novi Khila Firani novikhila.fk@ub.ac.id <p>Penyakit diabetes mellitus hingga saat ini masih menjadi masalah kesehatan yang utama di Indonesia. Penyakit ini ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah. Diabetes mellitus tipe 2 terutama menyerang masyarakat lanjut usia. Masyarakat di Indonesia masih banyak yang belum memahami dengan benar tentang pengendalian dan pencegahan diabetes. Upaya untuk mengendalikan dan mencegah diabetes mellitus sangat penting untuk mengurangi morbiditas dan mortalitas. Penelitian ini bertujuan mengetahui peran edukasi pemantauan kesehatan mandiri dengan panduan buku saku terhadap pengendalian diabetes mellitus. Penelitian kuasi eksperimental pada subjek penelitian masyarakat berusia 40 tahun keatas di Rukun Warga 10 Kelurahan Merjosari, Kota Malang, yang dibagi menjadi kelompok diabetes dan kelompok nondiabetes. Subjek diberikan ceramah satu kali selama 1 jam dan diberikan buku saku. Pemeriksaan kadar glukosa darah puasa menggunakan metode <em>Point of Care Testing (POCT), </em>yang dilakukan di awal dan akhir program edukasi. Analisis data menggunakan uji t berpasangan. Hasil penelitian didapatkan sejumlah 87 orang bersedia mengikuti penelitian. Kadar glukosa darah puasa pada kelompok diabetes terdapat penurunan yang signifikan (p &lt; 0,05) di akhir program edukasi, sedangkan kadar glukosa darah puasa pada kelompok nondiabetes tidak ada perbedaan yang signifikan. Maka dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian edukasi pemantauan kesehatan mandiri menggunakan panduan buku saku dapat digunakan sebagai metode edukasi kesehatan dalam pengendalian diabetes mellitus.</p> <p> </p> 2022-05-24T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Majalah Kesehatan FKUB https://majalahfk.ub.ac.id/index.php/mkfkub/article/view/501 PENGARUH INTERVENSI BERUPA EDUKASI DALAM JARINGAN TERHADAP PENGETAHUAN SISWA, GURU, DAN ORANG TUA MENGENAI KESEHATAN MENTAL DAN FISIK DI LINGKUNGAN SEKOLAH PETRA MALANG, SINGAPORE NATIONAL ACADEMY, DAN SMK PUTRA INDONESIA SELAMA MASA PANDEMI COVID-19 2022-01-19T14:45:30+00:00 Frilya Rachma Putri frilya.yudi@ub.ac.id Sri Andarini dr.sriandarini.fk@ub.ac.id Nuretha Hevy Purwaningtyas nuretha@ub.ac.id Ariani Ariani arianidr@yahoo.com Dyahris Koentartiwi dyahris08.fk@ub.ac.id Ery Olivianto ery15.fk@ub.ac.id Ivan Bagus Kurniawan sadow151291@gmail.com Kresna Septiandy Rawaruntuk kresnaseptiandy@gmail.com Janice Valencia janice.valenc@gmail.com Puspa Maharani pspmhrn@gmail.com Herman Yosef hermanyosef94@gmail.com Elvira Irene Tjahyadi elvira.irene.tj@gmail.com Novita Millenia Jaya novitajaya9@gmail.com Yesi Adisti adistiyesi@gmail.com Ardhani Ramadhanti ardhanis9@gmail.com <p>Masa pandemi <em>Coronavirus Disease-19</em> (COVID-19) menyebabkan siswa, guru, dan orang tua rentan mengalami masalah kesehatan mental dan kesehatan fisik. Berdasarkan studi pendahuluan menggunakan metode <em>Focused Group Discussion </em>(FGD) yang dilakukan di SMP Petra Malang, sebanyak 7 dari 11 guru yang mengikuti FGD melaporkan bahwa sebagian murid mengalami masalah emosi dan perilaku, namun para guru tidak mempunyai pengetahuan dan keterampilan tentang kesehatan mental. Hasil penelitian menunjukkan kurangnya pengetahuan memengang peranan penting terhadap terjadinya gangguan mental. Penelitian ini ditujukan untuk menilai pengaruh intervensi berupa edukasi terhadap pengetahuan siswa, guru, dan orang tua siswa mengenai kesehatan mental (adiksi internet dan gawai, <em>burnout,</em> manajemen stres, pola asuh, komunikasi efektif) dan kesehatan fisik (obesitas, alergi dan asma, kelainan jantung didapat, kesadaran makan, pola makan sehat, serta aktivitas fisik yang bisa dilakukan selama pandemi COVID-19). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus – Oktober 2021 di 3 sekolah, 2 sekolah di Malang dan 1 sekolah di Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode <em>total sampling</em>, meliputi 138 peserta yang terdiri dari 112 siswa, 11 guru, dan 15 orang tua. Proses evaluasi dilakukan melalui <em>pretest</em> dan <em>posttest</em>, dan dianalisis dengan menggunakan <em>paired T-test</em>. Hasil menunjukkan terdapat peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan terkait kesehatan mental dan kesehatan fisik pada para siswa, guru, dan orang tua yang mengikuti edukasi yang diberikan. Kesimpulannya, intervensi berupa edukasi secara daring melalui webinar efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa, guru, dan orang tua siswa mengenai kesehatan mental dan fisik di lingkungan sekolah selama pandemi COVID-19. Namun, dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui pengaruh edukasi mengenai kesehatan mental dan fisik dengan tingkat resiliensi mental dan perilaku kesehatan fisik yang positif.</p> <p> </p> 2022-05-24T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Majalah Kesehatan FKUB https://majalahfk.ub.ac.id/index.php/mkfkub/article/view/398 Laporan Kasus: TUMOR PAROTIS RESIDIF DENGAN DIAGNOSIS HISTOPATOLOGI SUATU PENYAKIT KIMURA 2021-02-01T09:40:43+00:00 Aina Angelina angelina.aina@gmail.com Diah Prabawati Retnani prabawatie33@gmail.com Kiki Ulfaningtyas drkikityas@gmail.com <p>Penyakit Kimura adalah penyakit peradangan kronis pada jaringan limfoid yang langka, dan pada umumnya diderita oleh pria dewasa muda pada usia dekade ketiga. Penyakit ini ditandai dengan massa subkutan tanpa nyeri di daerah kepala dan leher, disertai dengan peningkatan eosinofil serum dan peningkatan serum imunoglobulin E (IgE). Pemeriksaan histopatologi juga membantu penegakan diagnosis pasien dengan penyakit Kimura. Tujuan penulisan laporan kasus ini adalah mengungkapkan satu kasus tumor parotis residif dengan menitikberatkan pada metode penegakan diagnosis penyakit kimura, yang secara klinis dan histopatologis sangat mirip dengan penyakit lainnya. Kami melaporkan kasus penyakit Kimura yang pernah ditangani di RSUD dr. Saiful Anwar Malang. Seorang laki laki, usia 48 tahun, mengeluhkan benjolan di leher kiri, disertai peningkatan kadar eosinofil darah. Diagnosis berhasil ditegakkan dengan pemeriksaan histopatologi spesimen operasi, dengan saran pemeriksaan IgE serum darah pasien. Diagnosis definitif penyakit Kimura perlu ditegakkan secara klinis dan pemeriksaan histopatologis untuk memberikan tatalaksana yang tepat pada pasien, oleh karena tingginya angka kekambuhan. Beberapa modalitas pengobatan telah diperkenalkan dalam literatur, seperti observasi, eksisi bedah, radioterapi, dan terapi steroid. Penelitian sebelumnya menyebutkan bahwa eksisi bedah dikombinasikan dengan radioterapi dosis rendah dapat dilakukan untuk mengurangi rekurensi lokal penyakit Kimura. Hal ini dapat disampaikan sebagai saran terapi pada laporan kasus ini untuk mencegah rekurensi lokal tumor.</p> <p> </p> 2022-05-24T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Majalah Kesehatan FKUB https://majalahfk.ub.ac.id/index.php/mkfkub/article/view/436 Tinjauan Literatur: MANAJEMEN NYERI DENGAN VIRTUAL REALITY 2021-02-15T09:54:51+00:00 Firman Prastiwi firman.prastiwi@gmail.com <p>Virtual reality (VR) adalah teknologi baru yang memungkinkan pasien untuk merelaksasikan diri dengan memproyeksikan gambar tiga dimensi tepat di depan mata pengguna dan menghalangi rangsangan visual dan pendengaran dunia nyata sehingga dapat menimbulkan efek penurunan nyeri. Tujuan dari review artikel ini adalah untuk menilai pengaruh VR terhadap penurunan tingkat nyeri pada pasien. Metode pencarian artikel dimulai dengan mengidentifikasi artikel penelitian pada dua database yaitu Pubmed dan ProQuest dengan kata kunci yang telah ditentukan. Artikel diseleksi menggunakan PRISMA dan berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi yang ditetapkan. Hasil penelusuran mendapatkan 216 artikel yang teridentifikasi dari pencarian database yaitu sebanyak 176 artikel dari ProQuest dan 40 artikel dari PubMed, namun hanya didapatkan 10 artikel yang sesuai dengan kriteria. Berdasarkan 10 artikel yang didapat semua menjelaskan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan penggunaan VR dalam menurunkan tingkat nyeri. Temuan ini mengungkapkan bahwa virtual reality sangat direkomendasikan diberikan kepada pasien yang memiliki keluhan nyeri akut maupun kronik.</p> 2022-05-24T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Majalah Kesehatan FKUB