Pengaruh Pemberian Kacang Hijau (Phaseolus radiatus L.) terhadap Pencegahan Peningkatan Kadar Glukosa Darah pada Tikus (Rattus novergicus) Galur Wistar Bunting

Debby Amalia Briliansari, Bambang Prijadi, Fajar Ari Nugroho

Abstract


Selama kehamilan terjadi peningkatan kadar glukosa darah seiring bertambahnya usia kehamilan. Pilihan sumber karbohidrat yang tepat diperlukan agar kadar glukosa darah terkontrol selama kehamilan, sehingga dapat mencegah terjadinya diabetes melitus gestasional. Kacang hijau mengandung serat larut tinggi dan memiliki indeks glikemik rendah. Kandungan tersebut dapat mengurangi penyerapan karbohidrat dalam tubuh, sehingga dapat menurunkan kadar glukosa darah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian kacang hijau terhadap pencegahan peningkatan kadar glukosa darah pada tikus putih Wistar yang bunting. Penelitian ini bersifat true experimental in vivo dengan rancangan post test only with control group design. Sampel yang digunakan adalah tikus Wistar usia 2-3 bulan yang bunting. Tikus dibagi dalam empat kelompok yaitu kelompok normal tidak diberi kacang hijau (P0), perlakuan 1 diberi kacang hijau 0,3 g/hari (P1), perlakuan 2 diberi kacang hijau 0,6 g/hari (P2), dan perlakuan 3 diberi kacang hijau 1,2 g/hari (P3). Diketahui bahwa kacang hijau mampu mencegah peningkatan kadar glukosa darah pada tikus Wistar bunting, meski tidak signifikan (p = 0,494). Dosis efektif kacang hijau adalah 0,6 g/ekor/hariyang mampu mengontrol kadar glukosa darah sebesar 88,60 + 8,17 mg/dl.

 

Kata kunci: Glukosa darah, Kacang hijau, Kehamilan.


Full Text:

PDF

References


Rahmaniar A, Nurpudji AT, Burhanuddin B. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kekurangan Energi Kronis pada Ibu Hamil di Tampa Padang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.Media Gizi Masyarakat Indonesia. 2013; 2(2): 98-103.

SoewondonoP dan Laurentius P. Prevalence, Characteristics, and Predictors of Pre-Diabetes in Indonesia. J Med.2011.20(4):283-294.

Maryunani A. Buku Saku Diabetes Pada Kehamilan. Jakarta: Trans Info Media. 2008.

SugondoS. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam: Obesitas. Sudoyo AWdkk (Editor). Jakarta: Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jilid III. Edisi Ke-4. 2006.

MaryanahSNNdkk. Asuhan Kebidanan Antenatal. Jakarta: EGC. 2006.

JafarN. Diabetes Mellitus. Makassar: Prodi Ilmu Gizi FKM UNHAS. 2004.

DiahMD. Kandungan Gizi Kacang Hijau. (Online).2010. http://diahmd.student.umm.ac.id/2010/06/25/kandungan-gizi-kacang-hijau/.Diakses 27 Februari 2014.

USDA. Basic Report 20044, Rice, white, long-grain, regular, raw, enriched. USDA National Nutrient Database for Standard Reference Release 27. The National Agricultural Library. (Online). 2014. http://www.nal.usda.gov. Diakses 24 Oktober 2014.

Joseph G. Manfaat Serat Bagi Kesehatan Kita. Bogor: Institut Pertanian Bogor.2002.

Farman S. Pengaruh Pemberian Ekstrak Kacang Merah (Vigna angularis) terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Tikus Wistar Jantan yang Diberi Beban Glukosa. Semarang: Media Medika Muda Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro.2012.

Powel KF, Holt SH and Miller JC. International Table of Glycemic Index Load Values.Am J Clin Nutr. 2002; 76:5-56.

Eliasson AC. Strach in Food. Woodhead Publishing Limited Cambridge England.2004.

Liljeberg HGM, Åerberg AKE, Björk IME. Effect of the Glycemic Index and Content of Indigestible Carbohydrates of Cereal-Based Breakfast Meals on Glucose Tolerance at Lunch in Healthy Subjects. Am J Clin Nutr.1999; 69(4): 647-655.

Barbour, Linda A., Carriee McCurdyet al. Cellular Mechanisms for Insulin Resistance in Normal Pregnancy and Gestational Diabetes.Diabetes Care. 2007; 30(2): S112-S119.

SantosoA. Serat Pangan (Dietary Fiber) dan Manfaatnya Bagi Kesehatan. Magistra.2011; 75: 35-40.

YuanJYF et al. The Effects of Functional Fiber on Postprandial Glycemia, Energy Intake, Satiety, Palatability and Gastrointestinal Wellbeing: A Randomized Crossover Trial.Nutrition Journal.2014; 13(76): 1-9.

KabirAUl et al. Anti-Hyperglycemic Activity Of Centella asiaticais Partly Mediated By Carbohydrase Inhibition And Glucose-Fiber Binding.BMC Complementary and Alternative Medicine. 2014; 14(31):1-14.

Chandalia Met al. Beneficial of High Dietary Fiber Intake in Patient with Type 2 Diabetes and Hypercholesterolemia. N Engl J Med. 2000;342(19):1392.

Ou S, K Kin-Chor, Y Li and L Fu. In Vitro Study of Possible Role of Dietary Fiber in Lowering Postprandial Serum Glucose. J Agric Food Chem. 2001; 49: 1026-1029.

SavastanoDMet al. Effect of Two Dietary Fibers on Satiety and Glycemic Parameters: a Randomized, Double-Blind, Placebo-Controlled, Exploratory Study. Nutrition Journal.2014; 13(45): 1-11.

Rimbawan dan Albiner Siagian. Indeks Glikemik Pangan. Bogor: Penebar Swadaya.2004.

Itokindo. Apa itu Glikemik Indeks (GI) dan Manfaatnya.Manajemen Modern dan Kesehatan Masyarakat. (Online). 2011.http://www.itokindo.org. Diakses 26 Oktober 2014.

AstawanM. Tetap Sehat dengan Produk Makanan Olahan. Solo: Tiga Serangkai.2004.

KusnandarF. Apa yang Dimaksud Indeks Glikemik?. (Online). 2010.http://itp.fateta.ipb.ac.id/id/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=140. Diakses 27 Februari 2014.

BalcombeJP, Neal DB, Chad S. Laboratory Routines Cause Animal Stres.American Association for Laboratory Animal Science. 2004; 43(6): 42-51.

Guyton. Fisiologi Manusia dan Mekanisme Penyakit. Petrus Andrianto (Penerjemah).Edisi ke-3. Jakarta: EGC.2000.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.