Uji Perbandingan Potensi Penambahan Ragi Tape dan Ragi Roti pada Larutan Gula sebagai Atraktan Nyamuk Aedes sp.

I.G.A Ngurah W.P, Sudjari Sudjari, Habiba Aurora

Abstract


Atraktan merupakan media dan bahan yang dapat menarik nyamuk dan menjadi salah satu bentuk pengendalian nyamuk. Bahan tersebut dapat menarik nyamuk apabila menghasilkan CO2 misalnya larutan gula dan ragi. Reaksi fermentasi larutan gula dan ragi menghasilkan CO2 yang merupakan bahan penarik nyamuk melalui reseptornya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan ragi pada larutan gula sebagai atraktan nyamuk Aedes sp. dan menentukan jenis ragi yang memiliki potensi paling besar. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium. Rancangan eksperimental yang digunakan adalah post test control group design dengan subjek terbagi menjadi 4 kelompok dan setiap kelompoknya ada 15 nyamuk. Kelompok 1 diberikan larutan gula 20 % sebagai pembanding, kelompok 2 diberikan aquades sebagai kontrol negatif,  kelompok 3 diberikan larutan gula 20 % + ragi tape, dan kelompok 4 diberikan larutan gula 20 % + ragi roti. Penelitian ini menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kontrol dan perlakuan (ANOVA, p < 0,05). Penelitian ini menyimpulkan bahwa larutan gula 20 % + ragi roti memiliki pengaruh paling besar sebagai atraktan nyamuk Aedes sp.

 

Kata kunci: Aedes sp, Atraktan, Larutan gula, Ragi tape, Ragi roti.

Full Text:

PDF

References


Noor N. Pengantar Epidemiologi Penyakit Menular. Jakarta: PT. Rineka Cipta. 2006.

[Kemenkes RI] Kementerian Kesehatan RI. Informasi Umum DBD 2011. Subdirektorat Pengendalian Arbovirosis Dit PPBB, Ditjen PP dan PL. Kementerian Kesehatan RI. 2011.

Polson KA, Curtis C, Seng CM, Olson JG, Chanta N, Rawlins SC. The Use of Ovitrap Baited with Hay Infusion as a Surveillance Tool for Aedes aegypti Mosquitoes in Cambodia. Dengue Bulletin. 2002; 26.

Hsu JC. MIT Bottle (Mosquito in Trap Bottle). 2008. (Online). http://tw.class.uschoolnet.com/class/?csid=css000000001173&id=model7&cl=1124673157-7108-3766&mode=con&m7k=1210753467-4982-7129&_ulinktreeid. Diakses 25 November 2011.

Andarwulan N. Lebih Jauh Lagi tentang Ragi. 2009. (online). http://www.femina-online.com/kuliner/tips_detail.asp?id=16&views=28. Diakses 25 November 2011.

Wahyudi R. Fermentasi. 2011. (online)

http://udinreskiwahyudi.blogspot.com/2011/06/fermentasi_20.html Diakses 27 November 2011.

Sayono. Pengaruh Modifikasi Ovitrap terhadap Jumlah Nyamuk Aedes yang Terperangkap. 2008. (Online). http://digilib.undip.ac.id/ebooks/gdl.php?mod=browse&op=read&id=gdlhub-gdl-s2-2008-sayono-147&newlang=english. Diakses 25 November 2011.

Jacquin and Jolly. Insect Olfactory Receptors: Contribution of Molecular Biology to Chemical Ecology. 2004. (Online). http://www.science.uva.nl. Diakses 25 November 2011.

Gandahusada S. Parasitologi Kedokteran. Edisi ke-4. Departemen Parasitologi. Jakarta: FKUI. 2008.

(WHO) World Health Organization. Pencegahan dan Pengendalian Dengue dan Demam Berdarah Dengue: Panduan Lengkap. Palupi Widyastuti (Penerjemah). Salmiyatun (Editor). Cetakan I. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. 2005.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.