Pengaruh Ekstrak Propolis terhadap Kadar SGOT (Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase) dan SGPT (Serum Glutamic Pyruvic Transaminase) pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Galur Wistar dengan Diet Tinggi Lemak

Ade Yahya Nasution, Prasetyo Adi, Putu Adi Santosa

Abstract


Propolis merupakan substansi bersifat resin yang dikumpulkan oleh lebah Apis mellifera dari pucuk daun pada berbagai jenis tanaman yang berbeda. Salah satu manfaat propolis yang belum banyak digali adalah sebagai antihiperlipidemia. Propolis mengandung beberapa bahan aktif seperti flavonoid dan quercetin yang diduga dapat mencegah perlemakan hati, sehingga kadar SGOT dan SGPT dalam darah menurun. Oleh karena itu dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak propolis dengan dosis bertingkat terhadap kadar SGOT dan SGPT serum pada tikus hiperlipidemia. Penelitian ini menggunakan studi true experimental yang dilakukan pada 25 ekor tikus Wistar jantan yang dibagi secara acak menjadi 5 kelompok. Kelompok 1 adalah tikus diberi diet normal selama 59 hari. Kelompok 2 adalah tikus diberi diet tinggi lemak saja selama 59 hari. Kelompok 3 sampai 5 diberi diet tinggi lemak dan diberi ekstrak propolis dengan dosis berbeda (15 mg/kgBB, 30 mg/kgBB, 45 mg/kgBB) secara per oral setiap hari sekali selama 59 hari. Parameter yang diukur adalah kadar SGOT dan SGPT. Analisis data menggunakan metode one way ANOVA menunjukkan bahwa pemberian ekstrak propolis dengan berbagai dosis tidak berpengaruh secara signifikan terhadap penurunan kadar SGOT, namun berbeda dengan kadar SGPT yang menurun secara signifikan. Kesimpulan penelitian ini adalah ekstrak propolis berpengaruh dalam penurunan kadar SGOT dan SGPT pada dosis 45 mg/kgBB pada tikus putih (Rattus norvegicus) galur Wistar dengan diet tinggi lemak.

 

Kata kunci: Diet tinggi lemak, Ekstrak propolis, Kadar SGOT dan SGPT.

Full Text:

PDF

References


Sopia S. Pengaruh Pemberian Minyak Jintan (Nigella sativa) terhadap Motilitas Spermatozoa Tikus Wistar Hiperlipidemia. (Online). 2009. Diakses 5 Desember 2011. (http://eprints.undip.ac.id/7846/1/siti_sopia.pdf).

Iche. Patogenesis dan Penatalaksanaan Fatty Liver. (Online). 2012. Diakses 20 November 2011. (http://www.scribd.com/doc/117009355/56775084-Makalah-Fatty-Liver-Edit).

Riswanto. SGPT (Serum Glutamic Pyruvic Transaminase) dan SGOT (Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase). (Online). 2009. Diakses 22 November 2011. (www.labkesehatan.blogspot.com).

Koo HPL, Rosalen JA, Cury YK, Park and WH Bowen. Effects of Compounds Found in Propolis on Streptococcus mutans Growth and on Glucosyltransferase Activity. Antimicrobial Agents and Chemotheraphy. 2002; 46(5):1302-1309.

Kaal J. Natural Medicine from Honey Bees (Apitherapy). 1st Edition. Den Haag: Kaal’s Printing House Amsterdam. 1991. p 9-64.

Ankova VSB, SL Caastro, dan MCM Arcucci. Propolis: Recent Advances in Chemistry and Plant Origin. Journal of Apidologie. 2000; (31):3-15.

Pereira ADS, B Bichalho, dan FRD Neto. Comparison of Propolis from Apis mellifera and Tetragonisca angustula. Journal of Apidologie. 2003; (34):291-298.

Andis S dan Resi AW. Makalah Kimia Organik Bahan Alam Flavonoid (Quercetin). Makasar: Fakultas MIPA Universitas Hasanuddin. 2009.

Hattenschwiller S dan Vitousek PM. The Role of Polyphenols Interrestrial Ecosystem Nutrient Cycling. Review PII. 2000; (15). S0169-5347(00)01861-9 TREE.

Suyatna FD dan Tony H. Hipolipidemik. Di dalam: Farmakologi dan Terapi FK UI. Jakarta: Fakultas Kedokteran UI. 1995.

Ali M dan Ketut M, Optimalisasi Diet Tinggi Lemak pada Tikus Model Atherogenik. Jurnal Kedokteran Brawijaya. 2004; 3(2):15-21.

Meyer W. Propolis Bees and Their Activities. Bee World. 1956; 37:25–36.

Robinson GE, Page RE and Arensen N. Genotypic Differences in Brood Rearing in Honey Bee Colonies: Context-Specific?. Behav Ecol Sociobiol. 1994;34:125-137.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.