KONTAMINASI BAKTERI PADA TELEPON GENGGAM PESERTA PROGRAM PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS-1 ILMU KESEHATAN ANAK, FAKULTAS KEDOKTERAN, UNIVERSITAS AIRLANGGA-RSUD Dr. SOETOMO

Authors

  • Marsananda Yunitasari Universitas Airlangga http://orcid.org/0000-0002-5553-497X
  • Marijam Purwanta Universitas Airlangga/Unit Mikrobiologi Klinik RS Dr. Soetomo, Surabaya
  • Mahrus A. Rahman Universitas Airlangga/RSUD Dr. Soetomo, Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.21776/ub.majalahkesehatan.2021.008.04.1

Keywords:

bakteri, telepon genggam PPDS

Abstract

Masyarakat termasuk kalangan tenaga medis menggunakan telepon genggam dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan telepon genggam dalam dunia medis memiliki banyak manfaat untuk melayani pasien. Namun, telepon genggam tenaga medis dapat berisiko menjadi media penyebaran infeksi atau disebut juga sebagai sumber eksogen infeksi nosokomial kepada pasien yang memiliki faktor risiko. Sebagai  tenaga medis, maka peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis-1 Ilmu Kesehatan Anak, menangani pasien neonatus, bayi, dan anak di IRNA, NICU, dan PICU selama masa studinya. Pasien tersebut memiliki faktor risiko infeksi nosokomial karena sistem imun yang belum matur dan penggunaan alat medis invasif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya kontaminasi bakteri pada telepon genggam peserta PPDS-1 Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran, Universitas Airlangga-RSUD Dr. Soetomo dan jenis bakteri pada telepon genggam. Penelitan ini merupakan penelitian deskriptif dengan studi cross sectional menggunakan kultur swab telepon genggam pada bulan Februari 2021. Hasil menunjukkan bahwa sebanyak 8 (32%) telepon genggam steril dan 17 (68%) telepon genggam terkontaminasi bakteri. Jenis bakteri kontaminan pada telepon genggam adalah bakteri Staphylococcus koagulase negatif/coagulase negative Staphylococci (CoNS) (90,5%) dan bakteri Staphylococcus aureus koagulase positif (9,5%). Kesimpulan pada penelitian ini yaitu bakteri pada telepon genggam didominasi oleh bakteri Staphylococcus koagulase negatif. Saran bagi penelitian selanjutnya yaitu melakukan penelitian dengan menggunakan besar sampel lebih banyak untuk mengetahui seberapa besar korelasi bakteri CoNS dan Staphylococcus aureus koagulase positif pada telepon genggam dengan angka kejadian penyakit infeksi.

 

Author Biographies

Marsananda Yunitasari, Universitas Airlangga

Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran

Marijam Purwanta, Universitas Airlangga/Unit Mikrobiologi Klinik RS Dr. Soetomo, Surabaya

Departemen Mikrobiologi Kedokteran, Fakultas Kedokteran

Mahrus A. Rahman, Universitas Airlangga/RSUD Dr. Soetomo, Surabaya

Departemen Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran

References

Crysansia T, Lasmini T. Identifikasi Bakteri Kontaminan pada Usap Telepon Genggam Layar Sentuh Mahasiswa Akademi Kesehatan John Paul II Pekanbaru. Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik. 2018; 3(1):8–13.

Sofyana B. Gambaran Mikroorganisme pada Handphone Petugas Medis di RS USU Tahun 2018. [Skripsi]. Repository Institusi Universitas Sumatera Utara. 2018.

Bodena D, Teklemariam Z, Balakrishnan S, Tesfa T. Bacterial Contamination of Mobile Phones of Health Professionals in Eastern Ethiopia: Antimicrobial Susceptibility and Associated Factors. Tropical Medicine and Health. 2019; 47(15):1–10.

Heyba M, Ismaiel M, Alotaibi A, Mahmoud M, Baqer H, Safar A, et al. Microbiological Contamination of Mobile Phones of Clinicians in Intensive Care Units and Neonatal Care Units in Public Hospitals in Kuwait. BMC Infectious Diseases. 2015; 15(434):1–9.

Banawas S, Abdel-Hadi A, Alaidarous M, Alshehri B, Bin Dukhyil AA, Alsaweed M, et al. Multidrug-Resistant Bacteria Associated with Cell Phones of Healthcare Professionals in Selected Hospitals in Saudi Arabia. Canadian Journal of Infectious Diseases and Medical Microbiology. 2018; 2018:1–7.

WHO. Report on the Burden of Endemic Health Care-Associated Infection Worldwide Clean Care is Safer Care. Geneva: WHO Document Production Services. (Online). 2011. https://www.who.int/gpsc/country_work/burden_hcai/en/ [Diakses 1 September 2021].

Simon AK, Hollander GA, McMichael A. Evolution of The Immune System in Humans from Infancy to Old Age. Proceedings of the Royal Society B: Biological Sciences. 2015; 282(1821):1–9.

Urzedo JE, Levenhagen MMMD, Pedroso RS, Abdallah VOS, Sabino SS, Brito DVD. Nosocomial Infections in A Neonatal Intensive Care Unit during 16 years: 1997-2012. Revista da Sociedade Brasileira de Medicina Tropical. 2014; 47(3):321–6.

Dal-Bó K, Silva RM, Sakae TM. Nosocomial Infections in A Neonatal Intensive Care Unit in South Brazil. Revista Brasileira de Terapia Intensiva. 2012; 24(4):381–5.

Dashti AS, Kadivar MR, Tabatabai A, Zand F, Salami S, Ezadpanah S, et al. Prevalence of Healthcare-Associated Infections in Pediatric Wards of Nemazee Teaching Hospital in Shiraz: A Comparison with The Whole Hospital. Archives of Pediatric Infectious Diseases. 2019; 7(1):1–6.

Departemen Ilmu Kesehatan Anak FK UNAIR. Buku Panduan Program Pendidikan Dokter Spseialis Anak. 4th ed. Surabaya: Surabaya Intellectual Club; 2016.

Jannah MM, Ricky M, Anggraini DI, Sholeha TU. Identifikasi Bakteri pada Layar Telepon Genggam Petugas Medis di RSUD A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung. Medula. 2017; 7(5):96–9.

Soedarto. Mikrobiologi Kedokteran. Jakarta: Sagung Seto. 2015.

Warsa UC. Kokus Positif Gram. Dalam: Buku Ajar Mikrobiologi Kedokteran. Ciputat: Binarupa Aksara Publisher. 2010.

Vandepitte J, Verhaegen J, Engbaek K, Rohner P, Piot P, Heuck CC. Prosedur Laboratorium Dasar untuk Bakteriologi Klinik. Setiawan L (Penerjemah). Edisi ke-2. Jakarta: EGC. 2010.

Koendhori EB, Kusumaningrum D, Mertaniasih NM, Widhyatmoko DB. Bakteriologi Infeksi Kulit dan Jaringan Lunak. Dalam: Alimsardjono L, Wahyunitisari MR, Setiabudi RJ, Juniastuti, Kusumaningrum D, Endraswari PD. (eds.) Buku Ajar Pemeriksaan Mikrobiologi pada Penyakit Infeksi. Edisi ke-2. Jakarta: Sagung Seto. 2019.

Tille PM. Bailey & Scott’s Diagnostic Microbiology. 14th ed. St. Louis, Missouri: Elsevier. 2017.

Toelle NN, Lenda V. Identifikasi dan Karakteristik Staphylococcus Sp. dan Streptococcus Sp. dari Infeksi Ovarium pada Ayam Petelur Komersial. Jurnal Ilmu Ternak. 2014; 1(7):32–7.

Lestari FB, Salasia SIO. Karakterisasi Staphylococcus aureus Isolat Susu Sapi Perah Berdasar Keberadaan Protein-A pada Media Serum Soft Agar terhadap Aktivitas Fagositosis Secara In Vitro. Jurnal Sain Veteriner. 2015; 33(2):149–55.

Karimela EJ, Ijong FG, Dien HA. Karakteristik Staphylococcus aureus yang di Isolasi dari Ikan Asap Pinekuhe Hasil Olahan Tradisional Kabupaten Sangihe. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia. 2017; 20(1):188–98.

Daoudi A, Slitine NEI, Bennaoui F, Alaoui MM, Soraa N, Maoulainine FMR. Study of Bacterial Contamination of Mobile Phones and Stethoscopes in Neonatal Intensive Care Unit. International Journal of Pediatrics. 2017; 5(11):6139–42.

Cantais A, Grattard F, Gagnaire J, Mory O, Plat A, Lleres-Vadeboin M, et al. Longitudinal Study of Viral and Bacterial Contamination of Hospital Pediatricians’ Mobile Phones. Microorganisms. 2020; 8(12):1–11.

Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease (COVID-19). Edisi Ke-5. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI. 2020.

CDC. COVID-19 Overview and Infection Prevention and Control Priorities in non-US Healthcare Settings. (Online). 2021. https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/hcp/non-us-settings/overview/index.html [Diakses 1 September 2021].

Koscova J, Hurnikova Z, Pistl J. Degree of Bacterial Contamination of Mobile Phone and Computer Keyboard Surfaces and Efficacy of Disinfection with Chlorhexidine Digluconate and Triclosan to Its Reduction. International Journal Environmental Research and Public Health. 2018; 15(10):2238.

Haghbin S, Pourabbas B, Serati Z, Alborzi A. Bacterial Contamination of Mobile Phones and Pens in Pediatric and Neonatal Intensive Care Units. International Journal of Current Microbioliogy and Applied Science. 2015; 4(2):75–81.

Attia TAE-R, Amer OT, Asaad AMM, Mohamed MEB. Bacterial Contamination of Healthcare Workers’ Mobile Phones in Pediatric and Neonatal Departments of Two Hospitals in Zagazig City. Zagazig University Medical Journal. 2020; 26(3):384–96.

Zaman RMQ, Helmi NRM. Isolation of Bacteria from Mobile Phones Before and After Decontamination: Study Carried Put at King Abdulaziz University, Jeddah, Saudi Arabia. African Journal of Microbiology Research. 2017; 11(35):1371–8.

Sinuhaji SC. Perbedaan Jenis Mikrobiota Normal Kulit pada Pria Dewasa dan Lanjut Usia. [Tesis]. Repository Institusi Universitas Sumatera Utara. 2019.

Brooks GF, Carroll KC, Butel JS, Morse SA, Mietzner TA. Jawetz, Melnick, & Adelberg’s Medical Microbiology. 26th ed. New York: McGraw-Hill. 2013.

Nuryastuti T. Staphylococcus epidermidis: How to Turn from Commensal to be A Pathogen Lifestyle. Journal of the Medical Sciences. 2018; 50(1):113–27.

Wanke I, Skabytska Y, Kraft B, Peschel A, Biederman T, Schittek B. Staphylococcus aureus Skin Colonization is Promoted by Barrier Disruption and Leads to Local Inflammation. Experimental Dermatology. 2013; 22(2):141–59.

Yang JJ, Chang TW, Jiang Y, Kao HJ, Chiou BH, Kao MS, et al. Commensal Staphylococcus aureus Provokes Immunity to Protect Against Skin Infection of Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus. International Journal of Molecular Science. 2018; 19(5):1290.

Dong Y, Speer CP. The Role of Staphylococcus epidermidis in Neonatal Sepsis : Guarding Angel or Pathogenic Devil. International Journal of Medical Microbiology. 2014; 304(5–6):513–20.

Marchant EA, Boyce GK, Sadarangani M, Lavoie PM. Neonatal Sepsis due to Coagulase-Negative Staphylococci. Journal of Immunology Research. 2013;2013:1–10.

Husna CA. Peranan Protein Adhesi Matriks Ekstraselular dalam Patogenitas Bakteri Staphylococcus Aureus. Jurnal Averrous. 2018; 4(2):1–12.

Downloads

Published

16-01-2022

How to Cite

Yunitasari, M., Purwanta, M., & Rahman, M. A. (2022). KONTAMINASI BAKTERI PADA TELEPON GENGGAM PESERTA PROGRAM PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS-1 ILMU KESEHATAN ANAK, FAKULTAS KEDOKTERAN, UNIVERSITAS AIRLANGGA-RSUD Dr. SOETOMO. Majalah Kesehatan, 8(4), pp.182–191. https://doi.org/10.21776/ub.majalahkesehatan.2021.008.04.1

Issue

Section

Original Research Article