UJI IN VITRO ANTIBAKTERI MINYAK ATSIRI KULIT JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia) DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN BAKTERI Streptococcus agalactiae

Authors

  • Ajeng Shanaz Santya Putri Universitas Brawijaya
  • Noorhamdani AS Fakultas Kedokteran, Universitas Brawijaya
  • Khuznita Dasa Novita Kedokteran, Universitas Brawijaya

DOI:

https://doi.org/10.21776/ub.majalahkesehatan.2021.008.04.3

Keywords:

kulit jeruk, minyak atsiri, Streptococcus agalactiae

Abstract

Minyak atsiri kulit jeruk nipis (Citrus aurantifolia) mempunyai efek antibakteri pada pertumbuhan Streptococcus agalactiae melalui penghancuran struktur sel bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mem-buktikan kemampuan antibakteri minyak atsiri kulit jeruk nipis dalam mencegah pertumbuhan bakteri Streptococcus agalactiae secara in vitro dan mengetahui konsentrasi hambat minimum yang diperlukan. Desain penelitian yang digunakan adalah experimental post test only group menggunakan metode difusi sumuran. Tujuh konsentrasi berbeda dari minyak atsiri (0%; 3,125%; 6,25%; 12,5%; 25%; 50%; 100%) digunakan dalam penelitian ini. Zona hambat yang didapat kemudian diukur menggunakan jangka sorong. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kenaikan konsentrasi minyak atsiri kulit jeruk nipis berbanding lurus dengan bertambahnya diameter zona hambat di sekitar sumuran. Nilai konsentrasi hambat minimum (KHM) minyak atsiri kulit jeruk nipis didapat pada konsentrasi 25%. Uji korelasi Spearman menunjukkan korelasi kuat dan signifikan (r = 0,799, p = 0,000), dan uji komparasi Kruskall Wallis menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antar rerata tiap kelompok (p = 0,000). Dari percobaan ini, bisa disimpulkan apabila minyak atsiri kulit jeruk nipis dapat mencegah pertumbuhan Streptococcus agalactiae secara in vitro pada konsentrasi 25%.

 

Author Biographies

Ajeng Shanaz Santya Putri, Universitas Brawijaya

Jurusan Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran

 

Noorhamdani AS, Fakultas Kedokteran, Universitas Brawijaya

Departemen Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Brawijaya

Khuznita Dasa Novita, Kedokteran, Universitas Brawijaya

Departemen Kedokteran Keluarga, Fakultas Kedokteran, Universitas Brawijaya

References

Wulandari A, Martuti S, Kaswadi P. Perkembangan Diagnosis Sepsis pada Anak. Sari Pediatr. 2018; 19(4):237. Microbiol. 2015; 5(FEB):2013–6.

Rosini R, Margarit I. Biofilm Formation by Streptococcus agalactiae: Influence of Environmental Conditions and Implicated Virulence Factor. Front Cell Infect Microbiol. 2015; 5(FEB):2013–6.

Saeb S, Amin M, Seyfi Gooybari R, Aghel N. Evaluation of Antibacterial Activities of Citrus limon, Citrus reticulata, and Citrus grandis Against Pathogenic Bacteria. Int J Enteric Pathog. 2016; 4(4):11–5. DOI: http://dx.doi.org/10.15171/ijep.2016.13.

Wibaldus, Jayuska A, Ardiningsih P. Biokativitas Minyak Atsiri Kulit Buah Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) terhadap Rayap Tanah (Coptotermes sp.). J Kim Khatulistiwa. 2016; 5(1):44–51.

Noorhamdani, Dzen S, Winarsih S, Roekistiningsih S, Sumarno I. Bakte-riologi Medik. Malang: International Research and Development for Human Beings. 2003. P. 108–109.

Hayati LN, Tyasningsih W, Praja RN, Chusniati S, Yunita MN, Wibawati PA. Isolasi dan Identifikasi Staphylococcus aureus pada Susu Kambing Peranakan Etawah Penderita Mastitis Subklinis di Kelurahan Kalipuro, Banyuwangi. J Med Vet. 2019; 2(2):76.

Prihartini, Aryati, Hetty. Identifikasi Cepat Mikroorganisme Menggunakan Alat VITEK-2. Indones J Clin Pathol Med Lab. 2018; 13(3):129.

Sukmadewi DKT, Anas I, Widyastuti R, Cintaresmini A. Uji Fitopatogenitas, Hemolisis serta Kemampuan Mikrob dalam Melarutkan Fosfat dan Kalium. J Ilmu Tanah dan Ling. 2017; 19(2):68–73.

Särndal CE, Swensson B, Wretman J. Model Assisted Survey Sampling. Springer Science & Business Media. 2003.

Morales G, Sierra P, Mancilla, Parades A, Loyola LA, Gallardo O, Borquez J. Secondary Metabolites from Four Medicinal Plants from Northern

Chile, Antimicrobial Activity, and Biotoxicity against Artemia salina.

Journal Chile Chem. 2003; 48:13-18. DOI:10.4067/S0717-97072003000200002.

Safitri L, Susilorini T, Surjowardojo P. Evaluasi Aktivitas Antimikroba (Streptococcus agalactiae) Menggunakan Exstrak Buah Mahkota Buah (Phaleria macrocarpa L.) dengan Pelarut yang Berbeda. J Ilmu dan Teknol Has Ternak. 2017; 12(1):8–15.

Vajriana E. Aktivitas Antibakteri Minyak Atsiri Kulit Buah Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) terhadap Isolat Staphylococcus aureus Secara In Vitro. (Skripsi). Aceh: Fakultas Kedokteran, Universitas Syiah Kuala. 2013.

Ly WM. Uji Aktivitas Antibakteri Minyak Atsiri Kulit Buah Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia Swingle) terhadap Streptococcus pyogenes. (Skripsi). Surabaya: Fakultas Kedokteran, Universitas Katolik Widya Mandala. 2017.

Yuwanda R. Pengaruh Minyak Atsiri Kulit Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) terhadap Pertumbuhan Bakteri Streptococcus mutans. (Skripsi). Malang: Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Brawijaya. 2014.

Pratiwi D, Suswati I, Abdullah M. Efek Antibakteri Ekstrak Kulit Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) terhadap Salmonella Typhi Secara In Vitro. Saintika Medika: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Keluarga. 2013; 9(2):110-115.

Downloads

Published

16-01-2022

How to Cite

Putri, A. S. S., AS, N., & Novita, K. D. (2022). UJI IN VITRO ANTIBAKTERI MINYAK ATSIRI KULIT JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia) DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN BAKTERI Streptococcus agalactiae. Majalah Kesehatan, 8(4), pp.199–205. https://doi.org/10.21776/ub.majalahkesehatan.2021.008.04.3

Issue

Section

Original Research Article