Efek Ekstrak Jahe (Zingiber officinale Rosc.) terhadap Penurunan Tanda Inflamasi Eritema pada Tikus Putih (Rattus novergicus) Galur Wistar dengan Luka Bakar Derajat II

Andriawan Hendra Susila, Sumarno Sumarno, Dina Dewi SLI

Abstract


WHO memperkirakan lebih dari 7,1 juta cedera luka bakar pada tahun 2004 dan menyumbangkan angka kejadian 110/100.000/tahun. Penyebab tersering adalah api (55,1 %) dan terbanyak adalah luka bakar derajat II (76,9%). Ekstrak jahe telah diidentifikasi memiliki berbagai efek farmakologis, salah satunya adalah antiinflamasi, sehingga penggunaan ekstrak jahe pada luka bakar diharapkan dapat menurunkan proses inflamasi pada luka bakar. Tujuan penelitian ini untuk menguji ekstrak jahe terhadap penurunan tanda inflamasi eritema. Desain penelitian ini adalah eksperimental murni, dengan sampel terdiri dari 18 ekor tikus Wistar. Sampel dipilih dengan simple random sampling dan dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok kontrol dengan menggunakan silver sulfadiazine (n = 9), dan kelompok perlakuan dengan ekstrak jahe (n = 9). Pengamatan dilakukan setiap 24 jam sekali selama 3 hari, dan data yang diperoleh dianalisis dengan T-test. Variabel yang diukur pada penelitian ini adalah penurunan tanda inflamasi eritema. Hasil yang didapat pada penelitian ini adalah ekstrak jahe dapat menurunkan tanda inflamasi eritema pada hari ke-2 (p = 0,001) dan ke-3 (p = 0,006). Namun, ekstrak jahe tidak efektif menurunkan tanda inflamasi eritema dibandingkan dengan penggunaan silver sulfadiazin, dibuktikan dengan hasil nilai signifikansi uji t tidak berpasangan yaitu p = 0,005 pada hari ke-1, kemudian pada hari ke-2 dengan nilai p = 0,271, dan pada hari ke-3 yaitu p = 0,885. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak jahe terbukti mampu menurunkan tanda inflamasi eritema pada tikus putih galur Wistar dengan luka bakar derajat II, namun, tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan dibandingkan dengan menggunakan silver sulfadiazine.

 

Kata kunci: Ekstrak jahe, Eritema, Luka bakar derajat II.


Full Text:

PDF

References


Brunner dan Suddarth. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Waluyo A (Penerjemah). Ester M (Editor). Edisi ke-8. Jakarta: EGC. 2001. Hlm 1911-1917. Terjemahan dari: Textbook of Medical Surgical Nursing. Vol 3.

[WHO] World Health Organization. Injury Prevention and Control in the South-East Asia Region. Thailand: WHO Regional Office for South-East Asia. 2002.

Othman N dan Kendrick D. Epidemiology of Burn Injuries in the East Mediterranean Region: A Systematic Review. BMC Public Health. 2010; 10.

[Depkes RI] Departemen Kesehatan RI. Kejadian Luka Bakar. Jakarta: Badan Litbang Depkes RI. 2001. (online). (http://www.ann.com.au/herbs/monographs/curcuma.htm. Diakses 20 Novemper 2011, pukul 22.00 WIB.

Effendy C. Perawatan Pasien Luka Bakar. Jakarta: EGC. 1999. Hlm 14-23.

Vincy LWS. Comparison of Moist Exposed Burn Ointment (MEBO) with Silver Sulfadiazine (Ag-S) for The Treatment of Deep Burn Injury. 2004. (online).http.Libproject.hkbu.edu.hk/trsimage/hp/99000626.pdf

Schwarts et al. Principle of Surgery. 7th Edition. USA: Mc Graw-Hill Health Professions Divisions. 1999. p 233-288.

Fatmawati Hospital. Biaya dan Tarif. 2011. (online). . http://www.fatmawatihospital.com/frame_tarif.php. Diakses 22 Oktober 2011, pukul 21.00 WIB.

RSJ dr. Radjiman W. Tarif Pelayanan Tindakan Medik. Lawang. 2011. (online).http://www.rsjlawang.com/tarif_tindakmedik.html. Diakses 20 Oktober 2011, pukul 20.30 WIB.

College & Association of Registered Nurse of Alberta. Complimentary and/or Alternative Therapy and Natural Health Products: Standards for Registered Nurses. Kanada. 2011.

Agromedia. Buku Pintar Tanaman Obat. Jakarta: Agromedia Pustaka. 2008. Hlm. 86.

Tim lentera. Khasiat dan Manfaat Jahe Merah Si Rimpang Ajaib. Jakarta: Agromedia. 2004.

Nursal dkk. Bioaktifitas Ekstrak Jahe (Zingiber officinale Roxb.) dalam Menghambat Pertumbuhan Pertumbuhan Koloni Bakteri Escherichia Coli dan Bacillus subtilis. Riau: FKIP Universitas Riau. 2006.

Tutik dkk. Aktivitas Antiinflamasi Oleoresin Jahe (Zingiber officinale) pada Ginjal Tikus yang Mengalami Perlakuan Stres. Jurnal Teknol dan Industri Pangan. 2003; XIV(2).

Suriadi. Perawatan Luka. Edisi ke-1. Jakarta: Sagung Seto. 2004.

Morison, Moya J. Manajemen Luka. Tyasmono AF (Penerjemah). Jakarta: EGC. 2004.

Rehman et al. Zingiber officinale Roscoe (Pharmacological Activity). 2010. (online).http://www.academicjournals.org/JMPR. Diakses 25 November 2011, pukul 22.00 WIB.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.