Tinjauan Literatur : LEPTOSPIROSIS DI INDONESIA

Authors

  • Ihda Zuyina Ratna Sari Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Banjarnegara

DOI:

https://doi.org/10.21776/ub.majalahkesehatan.2021.008.02.7

Keywords:

diagnosis, faktor risiko, pencegahan, pengobatan, prevalensi

Abstract

Leptospirosis merupakan penyakit zoonotik yang disebabkan oleh bakteri Leptospira patogen. Meskipun bersifat fluktuatif, kasus leptospirosis di Indonesia cenderung meningkat dan sering menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB) di berbagai daerah. Gejala klinis leptospirosis bervariasi dan pada beberapa kasus tidak menimbulkan gejala klinis spesifik. Diagnosis leptospirosis dapat dilakukan dengan melihat gejala klinis yang muncul dan uji serologis laboratorium. Pengobatan leptospirosis dapat dilakukan dengan pemberian antibiotik. Faktor risiko infeksi leptospirosis antara lain iklim, lingkungan dan sanitasi yang buruk, keberadaan tikus, jenis pekerjaan dan aktivitas yang berisiko. Pencegahan dan pengendalian penularan leptospirosis dapat dilakukan pada 3 aspek yaitu reservoir penyakit, jalur penularan, dan manusia. 

References

Rampengan NH. Leptospirosis. J Biomedik. 2016; 8(3):143-150.

Supraptono B, Sumiarto B, Pramono D. Interaksi 13 Faktor Risiko Leptospirosis. Ber Kedokt Masy. 2011; 27(2):55-65.

Sun AH, Liu XX, Yan J. Leptospirosis is an Invasive Infectious and Systemic Inflammatory Disease. Biomed J. 2020; 43(1):24-31. doi:10.1016/j.bj.2019.12.002

Rahim A, Yudhastuti R. Pemetaan dan Analisis Faktor Risiko Lingkungan Kejadian Leptospiros Berbasis Sistem Informasi Geografis (GIS) di Kabupaten Sampang. J Kesehat Lingkung. 2015; 8(1):48-56.

Kusmiyati, Noor SM, Supar. Leptospirosis pada Hewan dan Manusia di Indonesia. Wartazoa. 2005; 15(4):213-220.

Mulyono A, Ristiyanto, Rahadianingtyas E, Putro DBW, Joharina AS. Prevalensi dan Identifikasi Leptospira Patogenik pada Tikus Komensal di Kota Maumere, Flores. Vektora. 2016; 8(1):31-40.

Erviana A. Studi Epidemiologi Kejadian Leptospirosis pada Saat Banjir di Kecamatan Cengkareng Periode Januari-Februari 2014. Skripsi. 2014. doi:10.1017/CBO9781107415324.004.

Zakharova OI, Korennoy FI, Toropova NN, Burova OA, Blokhin AA. Environmental Risk of Leptospirosis in Animals: The case of the Republic of Sakha (Yakutia), Russian Federation. Pathogens. 2020; 9(6):1-18. doi:10.3390/pathogens9060504.

CDC. Leptospirosis - Fact Sheet for Clinicians. CDC. 2018. (Online). https://www.cdc.gov. Accessed 24 September 2019.

Kemenkes RI. Petunjuk Teknis Pengendalian Leptospirosis Tahun 2017. Sci Journals. 2017; 11:160-162.

Muhammad Fadhlullah Mursalim, Mochammad Hatta. Identifikasi DNA Leptospira sp Pada Sampel Air dan Tanah di Kota Makassar. As-Syifaa. 2017; 10(01):37-43.

NSW Multicultural Health Communication Service. Leptospirosis. NSW Health Indonesian. 2019. (Online). http://www.mhcs.health.nsw.gov.au. Accessed September 19, 2019.

World Health Organization. Human Leptospirosis: Guidance for Diagnosis, Surveillance, and Control. WHO. 2003:1-122.

Prihantoro T, Siswiendrayanti A. Karakteristik dan Kondisi Lingkungan Rumah Penderita Leptospirosis di Wilayah Kerja Puskesmas Pegandan. J Heal Educ. 2017; 2(2):185-191.

Astuti IIP, Maharsi ED, Armelia L, Widiyanti D. Upaya Pencegahan Infeksi Leptospirosis di Daerah Cempaka Putih Jakarta Pusat. Pros Semin Nas Penelit dan PKM Kesehat. 2017: 55-61.

Gasem MH, Wagenaar JFP, Goris MGA, et al. Murine Typhus and Leptospirosis as Causes of Acute Undifferentiated Fever, Indonesia. Emerg Infect Dis. 2009; 15(6):975-977. doi:10.3201/eid1506.081405.

Ramadhani T, Widyastuti D, Priyanto D. Determinasi Serovar Bakteri Leptospira pada Reservoir di Kabupaten Banyumas. J Ekol Kesehat. 2016; 14(1). doi:10.22435/jek.v14i1.4652.8-16.

Chin J. Manual Pemberantasan Penyakit Menular. Jakarta: Bakti Husada; 2000.

Ikawati B, Widiastuti D. Leptospirosis pada Manusia di Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. BALABA. 2013; 9(1):17-20.

Sanyasi RDLR. Laporan Kasus Kejadian Luar Biasa Leptospirosis di Magetan, Jawa Timur. Berk Ilm Kedokt Duta Wacana. 2018; 3(1):1-9. doi:10.21460/bikdw.v3i1.104.

Rakebsa D, Indriani C, Sri nugroho W. Epidemiologi Leptospirosis di Yogyakarta dan Bantul. Ber Kedokt Masy. 2018; 34(4):153-158.

Kementerian Kesehatan RI. Profil Kesehatan Indonesia 2018. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2019. http://www.depkes.go.id/resources/download/pusdatin/profil-kesehatan-indonesia/Data-dan-Informasi_Profil-Kesehatan-Indonesia-2018.pdf.

Kementerian Kesehatan RI. Leptospirosis: Kenali dan Waspada. http://www.depkes.go.id/. 2008. (Online). Accessed 16 September 2019.

Widjajanti W. Epidemiologi, Diagnosis, dan Pencegahan Leptospirosis. J Heal Epidemiol Commun Dis. 2020; 5(2):62-68. doi:10.22435/jhecds.v5i2.174.

Rejeki DSS. Faktor Risiko Lingkungan yang Berpengaruh terhadap Kejadian Leptospirosis Berat (Studi Kasus di Rumas Sakit Dr. Kariadi Semarang). 2005.

Downloads

Published

2021-07-09