EFEK PAPARAN SUBKRONIK DEBU VULKANIK GUNUNG KELUD TERHADAP KADAR KOLESTEROL TOTAL TIKUS JANTAN MODEL DIABETES MELITUS

Elly Mayangsari, I Putu Adi Santosa, Gauca Syadzaiffat Chikita

Abstract


Penduduk disekitar Gunung Kelud yang memiliki riwayat diabetes mellitus berisiko menghirup debu vulkanik yang bisa menyebabkan stres oksidatif melalui terbentuknya radikal bebas. Pada penderita diabetes melitus, keadaan hiperglikemia memicu terbentuknya radikal bebas. radikal bebas yang terbentuk karena kondisi hiperglikemia dan pengaruh paparan debu vulkanik ini menyebabkan kerusakan pada membran sel hepar dan meningkatkan kolesterol total darah. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa pemaparan debu vulkanik Gunung Kelud mempengaruhi peningkatan kadar kolesterol total pada tikus Wistar model diabetes melitus. studi eksperimental menggunakan post-test only control group design dilakukan pada 25 ekor tikus Wistar jantan. Sampel dibagi ke dalam 5 kelompok, yaitu kelompok kontrol negatif, kelompok kontrol positif, kelompok perlakuan 1, kelompok perlakuan 2, dan kelompok perlakuan 3. Variabel yang diukur adalah kadar kolesterol total. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenaikan kadar kolesterol total tikus setelah dipapar debu vulkanik berbeda bermakna (p = 0,049; α = 0,05). Terdapat hubungan yang kuat antara dosis paparan debu vulkanik dengan kadar kolesterol total serum tikus jantan Rattus norvegicus galur Wistar model diabetes mellitus (p = 0,016, r = 0,609). Kesimpulan dari penelitian ini adalah paparan debu vulkanik Gunung Kelud dapat meningkatkan kadar kolesterol total tikus putih model diabetes melitus.

 


Keywords


debu vulkanik; diabetes melitus; kolesterol total.

Full Text:

PDF

References


Jannah TPNM& Fauzy A. Interval Konfidensi Bagi Fungsi Tahan Hidup. 2015. P. 174–180.

Suryani AS. Dampak Negatif Abu Vulkanik terhadap Lingkungan dan Kesehatan.2014; VI(04):9–12.

BBC. Gunung Kelud Meletus, Hujan Abu Hingga Wilayah Jateng. (Online). 2014.http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2014/02/140214_gunung_kelud_meletus. Diakses 16 November 2015.

Arief S. Radikal Bebas. Surabaya:Ilmu Kesehatan Anak FK UNAIR/RSU Dr. Soetomo. 2007. P. 1–9.

Puspitasari ML, WulansariTV, Widyaningsih TD, & Mahar J. Aktivitas Antioksidan Suplemen Herbal Daun Sirsak (Annona muricata L) dan Kulit Manggis (Garcinia mangostana L). 2016;4(1):283–290.

Josten S. Profil Lipid Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2.Indonesian Journal of Clinical Pathology and Medical Laboratory. 2006; 13(1):20-22.

Dewi K. Peranan Pengobatan dengan Akupuntur pada Diabetes Mellitus dalam Era Globalisasi. Zenit. 2012; 1(2):73–81.

Murray RK, Granner DK, Mayes PA,dan Rodwell VW. Biokimia Harper. Hartono A (Penerjemah). Jakarta: EGC.2003.

Hardman JG, Limberd LE. Insulin, Oral Hypoglycemic Agents and the Pharmacology of the Endocrine Pancreas. In:Goodman and Gilman's the Pharmacological Basis of Therapeutics. 11th edition. USA:McGraw-Hill Company Limited. 2001.1383-1399.

Mohora M, Virgolici B, Paveliu F, Lixandru D, Muscurel C, Greabu M. Free Radical Activity in Obese Patients with Type 2 Diabetes Mellitus. Rom J Intern Med.2006;1:69-78.

Harvey RA and Ferrier DR.Biochemistry. Philadelphia: Lippincott Williams & Wikins.2011.

Sholihah QM dan Widodo A. Pembentukan Radikal Bebas Akibat Gangguan Ritme Sirkadian dan Paparan Debu Batubara. Jurnal Kesehatan Lingkungan . 2008; 4(2): 89–100.

Lira FS et al. Low and Moderate, Rather Than High Intensity Strength Exercise Induces Benefit Regarding Plasma Lipid Profile. Diabetology and Metabolic Syndrome Journal. 2010; 2(31):1-6.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.