HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG KUSTA DENGAN KEPATUHAN MINUM MDT (MULTIDRUG THERAPY) PADA PASIEN KUSTA DI PUSKESMAS KEJAYAN DAN PUSKESMAS POHJENTREK KABUPATEN PASURUAN

Sutik Meru, Sri Winarsih, Tony Suharsono

Abstract


 Kusta merupakan penyakit kronis yang disebabkan Mycobacterium leprae yang menyerang kulit dan saraf tepi. Untuk menunjang keberhasilan program terapi kusta, pemerintah menggunakan rekomendasi WHO yaitu program MDT (Multidrug Therapy)  selama 12 bulan. Penelitian ini berjenis deskriptif analitik observasional dengan desain croos sectional. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan pasien kusta dengan kepatuhan minum MDT. Populasi yang digunakan adalah penderita kusta di wilayah kerja Puskesmas Kejayan dan Puskesmas Pohjentrek Kabupaten Pasuruan. Sampel diambil secara purposive sampling, yaitu  penderita kusta yang masih aktif mengikuti program MDT dan penderita masa pengamatan yang memenuhi kriteria inklusi, berjumlah 41 orang. Data tingkat pengetahuan diperoleh melalui kuesioner, data kepatuhan diperoleh melalui lembar observasi yang dibantu petugas kusta. Hasil yang diperoleh dari tingkat pengetahuan pasien kusta dalam katagori tinggi (70,7%), dengan kepatuhan dalam katagori patuh (56,1%). Analisis bivariat dengan menggunakan chi square didapatkan koefisien kontigensi sebesar 6,667 dengan signifikansi p value sebesar 0,025** (p < 0,05).  Dapat disimpulkan ada hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan pasien kusta dengan kepatuhan minum MDT dengan hubungan keeratan rendah. Kepatuhan didukung oleh tingkat pengetahuan yang tinggi, petugas kesehatan yang profesional dan dukungan keluarga melalui peran serta masyarakat. Ketidakpatuhan lebih banyak terdapat pada aspek pengobatan.

 

Kata Kunci: kepatuhan, kusta, multidrug therapy, tingkat pengetahuan.

Full Text:

PDF

References


Amirudin. Ilmu Penyakit Kulit. Cetakan I. Jakarta: Penerbit Hipokrates. 2005.

Haeria. Pengembangan Sistem Informasi Program Kusta Berbasis Geografis di Kabupaten Cirebon Tahun 2005. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional. 2005; I(2).

Kandun N. Manual Pemberantasan Penyakit Menular. Jakarta: Dirjen P2M & PL. 2007.

Chin J. Manual Pemberantasan Penyakit Menular. I Nyoman Kandun (Penerjemah). Jakarta: Ditjen PPM & PLP. 2000.

Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur. Profil Kesehatan Propinsi Jawa Timur Tahun 2009. Surabaya. 2009.

Departemen Kesehatan Rl. Buku Pedoman Nasional Pengendalian Penyakit Kusta. Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan. Jakarta: Depkes RI. 2007.

Nukman. Psikologi untuk Keperawatan. Jakarta: EGC. 1997.

Hashmi. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Ketidakteraturan Berobat Penderita Kusta di Kabupaten Majalengka Tahun 1998-2000. Tesis. Jakarta: Program Pasca Sarjana Fakultas Kesehatan Masyarakat UI. 2007.

Notoatmodjo S. Metodologi Penelitian Kesehatan. Edisi Revisi ke-1. Jakarta: Penerbit Rineka Cipta. 2007.

Nursalam. 2009. Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan, Pedoman Skripsi, Tesis, dan Instrumen Penelitian Keperawatan. Edisi ke-2. Jakarta: Salemba Medika.

Arikunto S. Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Penerbit Rineka Cipta. 2006.

Hurlock BE. Psikologi Perkembangan. Edisi Ke-5. Jakarta: Penerbit Erlangga. 1993.

Irwanto. 2010. Psikologi Umum. Jakarta. PT.Gramedia Pustaka Utama

Azwar S. Sikap Manusia, Teori dan Pengukurannya. Edisi Ke-2. Jakarta: Penerbit Pustaka Pelajar. 2007.

Suparman. Penderita Kusta di Indonesia Harus Sembuh Total pada 2005. (Online). 1990.http://www.Gizi.Net/cgibin/berita/fullnews.Cgi?Newsid1082349328.7519985.Diakses 17-5-2012.

Smet B. Psikologi Kesehatan. Jakarta: Grasindo. 1994.

Purwanto N. Psikologi Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya. 2010.

Niven N. Psikologi Kesehatan: Pengantar untuk Perawat dan Profesional Kesehatan Lain. Jakarta: EGC. 2002.

Noor. Penyakit Kusta dan Masalah yang Ditimbulkannya. Medan: Fakultas Kesehatan Masyarakat USU. 1997.




DOI: http://dx.doi.org/10.21776/ub.majalahkesehatan.2017.004.01.3

Refbacks

  • There are currently no refbacks.